Musim hujan terakhir
kali membuatku sedikit kewalahan karena bertepatan dengan banyaknya kegiatan
yang aku ikuti di kampus maupun luar kampus. Seringkali nekat memutuskan pergi
sebelum jas hujan sempat kering setelah menerjang hujan deras hari sebelumnya.
Bahkan helm basah kuyup dan aku baru
sadar ketika akan menggunakan.
Suatu siang
masih di bulan yang sama terasa berbeda. Matahari terasa terik menyengat kulit.
“Alhamdulillah. Jas hujannya kering deh nanti”, pikirku sebelum berangkat. Melihat
matahari bersinar terik membuatku percaya diri menuju kampus tanpa membawa jas
hujan. Baru setengah perjalanan menuju tempat tujuan, hujan turun dengan deras.
Aku berteduh di depan teras toko. Aku tidak sendiri. Di tempat tersebut
terdapat beberapa orang yang berteduh. “Pasti mereka juga mengira hari ini
tidak akan turun hujan”, pikirku.
Tak jauh dari
tempatku berdiri, terlihat ayah dan anak yang terlihat berdiskusi sembari
sesekali melihat ke arahku. Aku merasa tidak enak. “Apa ada yang salah
denganku?”, sembari memperhatikan barangkali ada yang terlihat aneh pada apa
yang melekat di badanku. “Ah, mungkin perasaanku saja”, aku meyakinkan diri.
Tak lama
kemudian ku lihat sang Ayah pergi mengendarai sepeda motor dengan menggunakan
jas hujan yang diambil dari jok motornya. Putrinya yang terlihat seumuran
denganku berdiri tak jauh dari dariku. Sekilas ku lihat dia sedang
memperhatikan layar handphone. Sekitar
lima belas menit kemudian, sang ayah datang memberikan sebuah bungkusan
berwarna hitam sembari mengatakan sesuatu yang tiidak terdengar olehku. Sang anak
segera membuka bungkusan yang ternyata berisi jas hujan berwarna merah dan
segera memakainya.
“Mbak”, terdengar sapaan seorang lelaki. “Iya”,
jawabku menoleh ke arah suara. Tak ku sangka ayah sang anak tadi menyodorkan
bungkusan kantong berwarna hitam. Belum sempat aku bertanya apa isi bungkusan
tersebut, beliau mengatakan “Ini jas hujan, mbak”. Aku terkejut dan dengan
spontan menolak, “Nggak apa-apa, pak. Saya nunggu hujannya reda saja.”.
“Dipakai saja, mbak..ini masih ada satu, saya tadi membelikan anak saya juga”.
“Wah, terima kasih banyak, pak” ku terima jas hujan polos berwarna biru muda
tersebut.
Masya Allah.. Terharu dan tidak
bisa berkata-kata. Semoga Allah membalas kebaikan Ayah dan anak tersebut. J