Minggu, 01 Oktober 2017

Karena Allah Sayang

     Delia menelusuri malam sepi di tepi pantai dengan raut muka gundah gulana. Sesekali kakinya ia tenggelamkan di gundukan pasir lalu menendang hingga pasir beterbaran di depannya. Ia lemparkan jauh pandangnya ke lautan lepas. Menatap tajam namun sendu seolah berusaha membuang pikiran yang membebaninya. Titik air mata mulai membasahi pipinya. Lirih terucap, "Ya Allah, aku lemah tanpanya dan aku lebih lemah lagi tanpa-Mu".

     Ingatannya kembali terlempar ke beberapa bulan lalu ketika pertama kali mengenal seorang pria yang bernama Ardi. Suatu pagi tanpa sengaja ia melakukan kontak mata dengan pria yang baru dilihatnya itu. Ada desiran halus di hati Delia. Pria itu menatapnya berkali-kali dengan sembunyi-sembunyi. Delia pura-pura tak menyadari. 

     Sekian waktu kemudian pria itu bertanya tentang mushola terdekat. Delia menutup buku yang dibacanya dan memberi tahu keberadaan mushola yang masih satu lokasi dengan taman dimana mereka berada. Lalu, pria itu pergi menuju mushola. Sekitar setengah jam kemudian pria itu kembali dan mengajak Delia mengobrol hingga akhirnya Ardi meminta ID media sosial Delia. "Aku pulang dulu ya,  Assalamu'alaikum", pamit Ardi. Beberapa hari kemudian sebuah pesan masuk di salah satu akun media sosialnya. Disana tertulis nama pemilik akun, Ardiansyah Hakim. "Assalamu'alaikum, Delia", pesan Ardi.

Bersambung..

Setiap Pertemuan

Jadikan setiap pertemuan itu pertemuan yang membawa manfaat dan kebaikan. 
Kita tidak pernah tahu apakah setelah pertemuan ini kita masih diberi kesempatan untuk kembali bersua. Kita tidak pernah tau apakah bahkan satu detik setelah pertemuan ini, kita atau bahkan salah satu dari kita masih diberi kesempatan untuk bernafas.
Jadikan setiap pertemuan adalah pertemuan yang indah. 
Kita tentu tidak ingin menyesal jika ternyata pada akhirnya pertemuan tersebut adalah pertemuan terakhir dan ternyata tanpa kita sadari kita telah menjadikan pertemuan tersebut tanpa makna. 
Bahkan mungkin meninggalkan bekas yang tidak baik semisal dengan perbuatan atau perkataan yang menyakiti.
Usahakan setiap pertemuan itu adalah pertemuan terbaik kita. 
Jaga emosi. 
Jaga diri. 
Agar tidak menyesal di kemudian hari.

Selalu punya makna

Setiap orang yang hadir dalam kehidupan kita pasti punya makna.. 
Entah ia sebagai orang yang memberikan kebahagiaan atau sebagai orang yang mengajarkan kita arti kecewa..
Setiap kejadian yang terjadi dalam kehidupan kita pasti ada hikmah.. 
Mungkin berupa hadiah, teguran, atau hukuman..
Hakikatnya setiap hal membuat kita sadar bahwa tidak ada yang abadi.. 
Semua hanya sementara. 
Orang yang hadir pasti akan pergi.. 
Mungkin dengan meninggalkan suka maupun duka.. 
Setiap apa yang terjadi pasti akan mempunyai kesan.. 
Sebagai pelajaran atau sebagai kenangan yang tak terlupakan..