Melihat teman yang
baru saja menikah, seringkali pertanyaan yang terbersit adalah "Aku
kapan?". Seringkali pertanyaan ini terus menghantui berhari-hari
setelahnya. Terlupa bahwa menikah itu butuh kesiapan. Kesiapan itu tak hanya
tentang siapa jodohnya, bagaimana konsep walimatul ursy'nya, berapa biayanya,
atau kapan akad nikahnya. Lebih dari itu, menikah itu butuh kesiapan mental dan
kedewasaan. Butuh kesabaran ekstra karena menikah bukan hanya tentang bahagia.
Butuh komitmen tinggi karena menikah adalah tentang mengesampingkan ego
pribadi. Butuh ilmu karena menikah bukan hanya tentang nafsu.
Senantiasa
memperbaiki diri adalah satu satu cara terbaik untuk menyambut datangnya jodoh,
menanti akad nikah yang akan menggetarkan arsy-Nya. Yakin jodoh terbaik akan
hadir dengan cara terbaik menurut Allah..
Melihat teman yang
baru saja menikah, seringkali pertanyaan yang terbersit adalah "Aku
kapan?". Seringkali pertanyaan ini terus menghantui berhari-hari
setelahnya. Terlupa bahwa menikah itu butuh kesiapan. Kesiapan itu tak hanya
tentang siapa jodohnya, bagaimana konsep walimatul ursy'nya, berapa biayanya,
atau kapan akad nikahnya. Lebih dari itu, menikah itu butuh kesiapan mental dan
kedewasaan. Butuh kesabaran ekstra karena menikah bukan hanya tentang bahagia.
Butuh komitmen tinggi karena menikah adalah tentang mengesampingkan ego
pribadi. Butuh ilmu karena menikah bukan hanya tentang nafsu.
Senantiasa
memperbaiki diri adalah satu satu cara terbaik untuk menyambut datangnya jodoh,
menanti akad nikah yang akan menggetarkan arsy-Nya. Yakin jodoh terbaik akan
hadir dengan cara terbaik menurut Allah..
semoga akan indah pada waktunya..
BalasHapusPasti.. 😊
BalasHapus