Selasa, 05 September 2017

Aku kapan?

Melihat teman yang baru saja menikah, seringkali pertanyaan yang terbersit adalah "Aku kapan?". Seringkali pertanyaan ini terus menghantui berhari-hari setelahnya. Terlupa bahwa menikah itu butuh kesiapan. Kesiapan itu tak hanya tentang siapa jodohnya, bagaimana konsep walimatul ursy'nya, berapa biayanya, atau kapan akad nikahnya. Lebih dari itu, menikah itu butuh kesiapan mental dan kedewasaan. Butuh kesabaran ekstra karena menikah bukan hanya tentang bahagia. Butuh komitmen tinggi karena menikah adalah tentang mengesampingkan ego pribadi. Butuh ilmu karena menikah bukan hanya tentang nafsu.

Senantiasa memperbaiki diri adalah satu satu cara terbaik untuk menyambut datangnya jodoh, menanti akad nikah yang akan menggetarkan arsy-Nya. Yakin jodoh terbaik akan hadir dengan cara terbaik menurut Allah..
Melihat teman yang baru saja menikah, seringkali pertanyaan yang terbersit adalah "Aku kapan?". Seringkali pertanyaan ini terus menghantui berhari-hari setelahnya. Terlupa bahwa menikah itu butuh kesiapan. Kesiapan itu tak hanya tentang siapa jodohnya, bagaimana konsep walimatul ursy'nya, berapa biayanya, atau kapan akad nikahnya. Lebih dari itu, menikah itu butuh kesiapan mental dan kedewasaan. Butuh kesabaran ekstra karena menikah bukan hanya tentang bahagia. Butuh komitmen tinggi karena menikah adalah tentang mengesampingkan ego pribadi. Butuh ilmu karena menikah bukan hanya tentang nafsu.

Senantiasa memperbaiki diri adalah satu satu cara terbaik untuk menyambut datangnya jodoh, menanti akad nikah yang akan menggetarkan arsy-Nya. Yakin jodoh terbaik akan hadir dengan cara terbaik menurut Allah..

2 komentar: