Kamis, 05 Oktober 2017

Curhatan nge-ODOP minggu kedua

Masuk minggu kedua nge-ODOP mulai terasa lelah tak berdaya. Rasanya mulai kehabisan ide buat menulis, bingung mau mulai menulis dari mana, dan tidak tau bagaimana cara menulis. Memaksa bikin tulisan jadinya hanya tulisan acak-acakan. Baca sendiri aja malu. Apalagi mau diposting. Rasanya ada yang aneh. Mungkinkah ini jatuh cinta? Eh..maksud saya writer's block. Mungkin. Tapi, rasanya kurang pas kalau menggunakan istilah tersebut karena saya belumlah menjadi seorang penulis. Kalaupun terpaksa menggunakan istilah tersebut, saya lebih cocok dikatakan sebagai penulis apalah-apalah (?).

Saya lihat di grup ODOP, ada beberapa orang yang rutin posting tulisan setiap hari. Bahkan baru masuk pagi sudah ada yang sudah laporan ke grup. "Wow banget", batin saya. Bagaimana ya mereka bisa selalu dapat ide buat nulis seperti itu.

Saya sudah merasa mentok. Bingung apa yang mau ditulis. Saya mencoba googling dan mencari cara mengatasi writers block. Beberapa tips yang diberikan adalah membaca buku, istirahat sejenak dari kegiatan menulis, berdiskusi dan jalan-jalan. Intinya kita perlu melakukan sesuatu untuk memperoleh ide menulis lagi. Dari beberapa hal tersebut, sudah semuanya saya lakukan. Tapi, tetap saja saya bingung mau menulis apa.

Akhirnya saya sampai pada kesimpulan bahwa ternyata konsisten menulis itu bukanlah hal yang mudah. Membutuhkan komitmen kuat dari dalam diri. Harus bisa mendisiplinkan diri. Rajin baca, rajin cari ilmu, rajin berdiskusi, dan rajin menulis. Di akhir tulisan ini saya sisipkan harapan "semoga writers block ini tidak lama".

4 komentar:

  1. Ini sudah msnulis kan?....terus menulis Kris.......tetap semangat...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, kak bari..ceritanya curhat yang ditulis..๐Ÿ˜‚

      Hapus
  2. aku minggu ini ngerasain hal yang sama bangeeet....
    Stor link jd sore krn memang pagi ga dpt ide ๐Ÿ˜‚๐Ÿ˜‚

    Tetap semangat ya buat kita

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya, mbak alia..aku rapelan terus..hahha Semangat๐Ÿ’ช

      Hapus