Sabtu, 14 Oktober 2017

Ketika Wanita Jatuh Cinta



             Kamu wanita dan pernah jatuh cinta? Kalau iya dan sudah pernah jatuh cinta, pasti kamu akan merasa dia ada dimana-mana. Seperti menghantui. Mengganggu pikiran. Selalu ada namanya. Selalu seperti mendengar suaranya. Selalu seperti mendengar derap langkahnya. Selalu seolah melihat dirinya. Selalu mencari cara untuk bertemu seolah pertemuan yang tidak sengaja. Selalu mencari alasan untuk bisa menghubunginya.
            Buka artikel, cerpen, novel, atau tulisan lainnya pasti tetiba ada nama si doi disana. Padahal sebelum menaruh hati pada si dia, pasti nama itu terlihat biasa saja. Meskipun, muncul di setiap halaman kertas yang kamu buka. Meskipun, ada di setiap tulisan yang kamu baca. Pastiiii.
              Menonton televisi. Nama tokoh utama sinetron yang kamu tonton adalah nama si doi. Kamu tersenyum. Dalam hati muncul suatu kalimat, "Mungkin ini yang namannya jodoh". Muncul bunga-bunga di pikiranmu. Kamu merasa bahagia.
            Ketika di tempat parkir melihat motor yang mirip punya si doi. Kamu berpikir, “Jangan-jangan dia juga disini”. Sampai kamu lihat itu kode plat nomor untuk kota lain bukan kode plat nomor motor si doi. Lalu, kamu sedikit kecewa.
            Mungkin juga kamu hafal suara motornya. Kamu menyetir motor dan mendengar suara motor yang mirip dengan suara motor si doi. Lalu, kamu melirik dan ternyata si pengendara bukanlah orang yang kamu harapkan. Ah, lagi-lagi hanya motor yang mirip.
            Di suatu tempat, katakanlah rumah makan yang mungkin menjadi tempat langganan si dia. Lalu, kamu makan dan terlihat ada sesosok yang berkelebat. Mirip dia. Kamu bisa melihat punggungnya. Dia berbalik dan kamu harus menelan pil kekecewaan. Ternyata hanya postur tubuh yang mirip.
            Kamu tahu suatu tempat yang sering dikunjunginya. Kos teman si doi. Tanpa alasan, kamu sengaja lewat kos itu padahal kamu bisa lewat jalan lain yang lebih dekat. Kamu menutup kaca helm dan ketika sampai di depan TKP (tempat kejadian perkara), kamu melirik ke arah kos dan berharap dia sedang mengobrol dengan temannya. Namun, hanya rumput ilalang yang menyapa.
            Suatu ketika juga, kamu punya informasi suatu seminar. Karena kamu tidak mau memulai pembicaraan, sengaja kamu kirim informasi tersebut ke si doi. Kamu berharap itu bisa menjadi awal pembicaraan. Ternyata, dia hanya merespon dengan, “Terima kasih informasinya”. Kamu hanya membalas dengan J.
            Akhirnya, kamu sadar semua itu mulai mengganggu hari-harimu. Padahal, dia bukanlah siapa-siapamu dan bahkan kamu bukan siapa-siapa baginya. Kamu mulai berpikir, “Sepertinya aku harus diruqyah”. Padahal itu semua hanyalah alam bawah sadarmu yang terlalu memikirkannya. Terlalu berharap pada si dia. Padahal, belum tentu lho si doi merasakan hal yang sama. Mungkin saja si dia baik pada semua orang dan kamu mengira dia menspesialkanmu. Padahal, tidak.
            Hei, ubah cara pikirmu! Jangan sampai dia menyita sebagian besar waktumu. Kamu harus mampu menguasai dirimu sendiri. Jangan biarkan dia menguasai dirimu hingga kamu tidak bisa berpikir secara benar dan apa yang menjadi kewajibanmu terbengkalai.

#tulisan random untuk yang berharap pada yang belum halal.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar